Jambi – Proyek pembangunan drainase sepanjang 346 meter di RT 10 Jerambah Bolong, Lingkar Selatan, tampak rapuh. Proyek parit tersebut pun disinyalir tak bakal bertahan lama, lantaran diduga kuat dikerjakan dengan mengesampingkan sejumlah item inti.
Pantauan tim media di lapangan menunjukkan secara kasat mata bahwa pekerjaan cor-coran sama sekali tidak menggunakan terpal. Lebih parah lagi terdapat beberapa segmen dimana besi tulangan hanya dibuat 1 lapis.
“Kalau kayak gitu, saya kira enggak bakal bertahan lama. Karena dalam proyek drainase, kalau kita memang mengutamakan mutu. Item-item inti itu harus jelas,” ujar salah seorang sumber, belum lama ini.
Ditelusuri pada lama web LPSE Provinsi Jambi, paket bernama Pembangunan Saluran Drainase Jln Abdul Muis, Lorong Puskesmas, RT 10, Kel. Lingkar Selatan, Kec. Paal Merah Kota Jambi itu dimenangkan oleh PT Pratama Arista Persada.
Rekanan yang mencantumkan alamat di Jalan Mataram Lrg Surya Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi itu memenangkan proyek dengan penawaran Rp 929.950.000, tipis dari nilai pagu.
Usut punya usut, paket drainase tersebut disinyalir merupakan proyek pokir dari salah satu anggota Komisi 1 sekaligus anggota Banggar DPRD Provinsi Jambi.
Dengan kondisi di sekitaran lokasi proyek yakni RT 10 Jerambah Bolong yang kerap dilanda banjir kala hujan deras. Semestinya proyek drainase tersebut dikerjakan dengan sungguh-sungguh, sehingga jadi solusi bagi persoalan warga sekitar. Bukan malah asal jadi dengan spesifikasi minimum yang dikhawatirkan berumur pendek.
Soal ini belum diperoleh informasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.





