Jambi – Pihak Dinas PUPR Provinsi Jambi masih bungkam terhadap berbagai temuan lapangan tim awak media pada proyek pokir dewan yakni pembangunan Saluran Drainase Jln Abdul Muis, Lorong Puskesmas, RT 10, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah Kota Jambi.
Atas berbagai temuan yang ada, paket pekerjaan senilai Rp 900 juta yang digarap badan usaha PT Pratama Arista Persada ini seolah berupaya ditutupi oleh pihak terkait. Kadis PUPR Provinsi Jambi, Muzakir mengarahkan pada jajarannya.
Namun pada ujungnya tak ada konfirmasi berarti dari pihak terkait. Sementara itu Anggota DPRD Provinsi selalu.pemilik Pokir yakni Zulkifli Linus, dikonfirmasi lewat WhatsApp juga tidak merespons sama sekali.
Persoalan transparansi proyek pokir dewan tersebut pun tampak minim, penelusuran pada laman web LPSE Provinsi Jambi Uraian Singkat Pekerjaan (USP) sama sekali tidak mencantumkan detail pekerjaan. Bayangkan saja isi dokumen USP yang tertera hanya mencantumkan pekerjaan persiapan, tanah, dan beton tanpa ada rincian lebih lanjut.
Indikasi persekongkolan antara pelaksana, pengawas, hingga pihak dinas dalam pelaksanaan proyek pokir dewan tersebut pun kian menguat. Dan parahnya tidak ada pembenahan berarti pada proyek yang masih dalam tahap pengerjaan tersebut.
“Dugaan kita persekongkolan dalam pelaksanaan kegiatan ini semakin nyata. Kalau tidak ada pembenahan sampai sampai saat ini. Kita berharap ke depan APH bersikap. Karna kalau pekerjaannya begitu, itu ga akan bertahan lama proyek itu,” ujar salah satu pengamat konstruksi, belum lama ini.
Sebelumnya sejumlah persoalan konstruksi ditemukan oleh tim awak media di lokasi proyek pokir dewan tersebut, seperti tidak digunakannya plastik cor, tidak adanya concrate vibrator di lapangan pada proses pengecoran, hingga tidak adanya lantai kerja pada kegiatan pekerjaan.
Proyek yang digadang-gadang dapat mengatasi persoalan banjir itu pun diragukan bakal berdampak nyata, apalagi bisa berumur panjang. Namun atas sejumlah persoalan nyata tersebut. Pihak terkait malah seolah tutup mata.





