Jambi – Efisiensi anggaran seolah tak betul-betul diterapkan oleh Dinas PUPR Provinsi Jambi. Berbagai paket proyek pekerjaan silih berganti tayang pada portal laman LPSE Provinsi Jambi.
Parahnya lagi, berbagai temuan menguatkan dugaan bahwa paket-paket pekerjaan tersebut adalah fiktif belaka alias (siluman). Salah satunya lihat saja, paket non tender bernama Renovasi Kawasan Tugu Arena Ex.MTQ dengan PT Optima Karya Esa, sebagai pelaksana.
Badan usaha yang mencatatkan alamat di JL HMO Bafadhal Lrg Kemang II RT04 Kel Cempaka Putih Jelutung tersebut tercatat di LMPSE sudah tandatangan kontrak pada 25 Agustus 2025, di angka Rp 189 juta.
Namun 1 bulan pasca penandatanganan kontrak, terpantau belum ada pekerjaan apa-apa di kawasan tugu arena ex MTQ, sekitaran Kawasan Islamic Center.
Anehnya lagi kalau ditengok lebih lanjut dalam dokumen uraian singkat Renovasi Kawasan Tugu Arena Ex MTQ tercatat bahwa pekerjaan ini merupakan penyusunan dokumen Renovasi kawasan tugu arena Ex.MTQ yang berlokasi di Desa Biuku Tanjung, Kecamatan Bangko Barat, dengan pembiayaan dari APBD Provinsi Jambi TA 2025. Lokasi kegiatan tercatat berada di Kota Jambi.
“Kalau begini kan dugaan kita semakin kuat, proyek fiktif atau proyek siluman ini,” ujar seorang sumber yang enggan namanya disebut, belum lama ini.
Sementara itu, belakangan juga terdapat penambahan anggaran bagi proyek multiyears Islamic Center, dengan nilai jumbo Rp 12,9 miliar.
“Sungguh diluar akal sehat sebenarnya di tengah yang katanya efisiensi sekaligus defisit anggaran inikan,” ujar sumber, miris.
Sementara itu tim awak media masih terus menghimpun informasi lebih lanjut atas berbagai temuan pada Dinas PUPR Provinsi Jambi pada sejumlah pihak terkait.
